Kesimpulan

Konsep distribusi ‘kebutuhan dasar’ (primary goods) berdasarkan Prinsip Perbedaan tidak dapat diterapkan dalam dunia pendidikan. Baik sekolah maupun siswa (dan orang tuanya) memiliki tujuan dan ideal masing-masing berkenaan dengan mutu pendidikan yang terbaik. Lagi pula pemilihan sebuah sekolah tidak tergantung semata-mata kepada sistem distribusi pendidikan yang ada, tetapi juga tergantung pada kemampuan masing-masing orang (orang tua dan anak). James Coleman mengatakan bahwa prinsip ini hanya dapat dijalankan bila perbedaan yang dibawa sejak lahir tidak diperhitungkan.[1]

Penjelasan ini hendak mengatakan bahwa ketidaksetaraan dalam pendidikan tidak pertama-tama disebabkan oleh sistemnya yang tidak adil tetapi karena adanya perbedaan kamampuan di antara siswa. Dengan demikian kesetaraan mutu hanya berlaku umum untuk mutu minimum (distribusionis), sementara mutu terbaik hanya dapat dicapai oleh sejumlah kecil siswa. Artinya, sistem Sekolah Utara dan Selatan untuk sementara masih merupakan  model pendidikan yang paling cocok untuk menampung perbedaan kemampuan siswa.


[1] Cooper, David E., op. cit., hlm. 30.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: