Scholesia sebagai Model Masyarakat

Untuk melihat implikasi Prinsip Perbedaan dalam pendidikan David Cooper menerapkan prinsip ini dalam sebuah model masyarakat imaginatif yang sesuai dengan syarat keadilan John Rawls.  Model masyarakat itu bernama Scholesia. Scholesia adalah sebuah pedesaan kecil di mana setiap warga  memiliki kebebasan yang sama. Perbedaan ekonomi dan status  tidak berpengaruh dalam pendidikan karena pendapatan, status dan ‘kekuatan politik’ ( political power) diatur sesuai dengan Prinsip Perbedaan. Artinya, setiap warga mendapat bagiannya sesuai dengan kebutuhannya. Maka dapat dipahami bahwa sistem pendidikan Scholesia tidak mempengaruhi prospek status sosial dan ekonomi bagi siswanya di masa mendatang. Latar belakang status sosial-ekonomi keluarga tidak mempengaruhi pendidikan siswa.[1]

Scholesia hanya memiliki dua  sekolah  yakni  Sekolah  Utara  dan  Sekolah  Selatan. Anak-anak memasuki dunia pendidikan sejak  berusia 10  tahun sampai 16 tahun di Sekolah  Selatan dan sampai berusia 21 tahun di Sekolah Utara. Ciri-ciri lain yang patut dicermati adalah :

1)      Pendidikan yang diterima oleh siswa Sekolah Utara lebih baik daripada pendidikan yang diterima oleh siswa Sekolah Selatan. Hal ini disebabkan karena Sekolah Utara memiliki rasio siswa-guru yang seimbang; ditangani oleh guru yang bermutu;  terletak di daerah yang memiliki iklim yang asri; letak geografis yang strategis; perpustakaan yang lengkap; laboratorium; studio musik dan seterusnya. Dengan demikian siswa Sekolah Utara akan memiliki kesempatan lebih besar untuk memilih pekerjaan; lebih mampu berpikir kritis; memiliki pengetahuan yang lebih luas dalam bidang budaya, sejarah, ilmu pengetahuan, matematika; lebih imaginatif; lebih kreatif; memiliki kepekaan moral yang lebih tajam.[2]

2)      Karena mutu pendidikan Sekolah Utara lebih baik, maka siswa Sekolah  Selatan yang pindah ke Sekolah Utara akan lebih berkembang daripada bila mereka tetap berada di Sekolah Selatan. Demikian pun sebaliknya, bila siswa Sekolah Utara  pindah ke Sekolah  Selatan maka mereka akan mengalami kemunduran dibandingkan dengan keadaan bila mereka tetap meneruskan pendidikannya di Sekolah  Utara.

3)      Bila pindah ke Sekolah Utara, siswa yang berasal dari Sekolah Selatan tidak akan dapat menyamai tingkat kepandaian siswa Sekolah Utara. Sebaliknya, bila siswa Sekolah Utara pindah ke Sekolah Selatan mereka akan lulus dengan nilai di atas rata-rata siswa Sekolah  Selatan.

4)      Dana pendidikan ditanggung sepenuhnya oleh masyarakat. Dana tersebut tidak dapat ditingkatkan karena perekonomian Scholesia berjalan dalam grafik statis.

5)      Karena anak baru mulai masuk sekolah pada usia 10 tahun, maka besar kemungkinan bahwa ada perbedaan tingkat kemampuan dipengaruhi oleh pendidikan dalam keluarga. Keluarga yang terdidik cenderung mendidik anaknya lebih baik daripada keluarga yang kurang terdidik. [3]

6)      Alokasi siswa untuk kedua sekolah  tersebut berjalan secara alamiah dan  rasional. Artinya, anak yang merasa dirinya lebih pandai akan memilih Sekolah Utara sementara anak yang kurang pandai akan memilih Sekolah Selatan.

Dari penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa Sekolah Utara merupakan sekolah unggulan sementara Sekolah Selatan adalah sekolah ‘buangan’. Perbedaan yang begitu jauh antara  kedua sekolah tersebut mendapat kritikan tajam dari kaum egalitarian. Butir-butir kritikan kaum egalitarian akan dibahas berikut ini.


[1] Cooper, David E.,op. cit., hlm.31 (…..There is to begin with, no significant correlation between attendance at one rather than another of Scholesia’s  two schools and future income or status. Nor is there a significant correlation between attendance at a particular school and the socio-economic position of the parents.)
[2] Ibid. hlm. 32-34.
[3] Cooper, David e., op. cit., hlm. 32 (There is a significant correlation between a child’s educationally relevant abilities and his correlation and home environment.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: