Kesimpulan

Kesetaraan dalam pendidikan tidak memiliki implikasi langsung dalam kesetaraan status sosial-ekonomi. Demikian pun sebaliknya, status sosial-ekonomi tidak berpengaruh langsung dalam seleksi penerimaan siswa. Sistem seleksi bersifat netral terhadap status sosial-ekonomi masyarakat.  Mereka yang beruntung dapat lulus seleksi bukan karena status sosial-ekonomi keluarganya tetapi karena mereka sanggup untuk lulus. Jika ada pendapat yang mengatakan bahwa seleksi dalam pendidikan hanya menguntungkan siswa dari keluarga kelas menengah, keuntungan yang dimaksudkan adalah pendidikan awal dalam keluarga.

Kesempataan yang setara untuk memperoleh pendidikan mengandung banyak ambiguitas karena tidak menjelaskan bagian-bagian yang hendak disetarakan. Dalam pengertian inilah kesempatan yang setara untuk memperoleh pendidikan dinilai sebagai sebuah ‘slogan’ saja.

Pembauran sosial sebagaimana diharapkan oleh kaum egalitarian dalam pendidikan tidak dapat diwujudkan karena sekolah bukan tempat penyeragaman. Pembauran dalam sekolah tidak menjadi jaminan bahwa masyarakat akan harmonis. Pemaksaan pembauran selain merugikan mutu pendidikan juga dapat berakibat buruk bagi siswa yang sedang mencari jatidirinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: