Bab IV

EGALITARIANISME DALAM EPISTEMOLOGI

Pendahuluan

Pada bab terdahulu telah dibahas kerancuan tuntutan kesempatan yang setara untuk memperoleh pendidikan. Kesempatan yang setara tidak dengan sendirinya  menciptakan kesetaraan status sosial-ekonomi dalam masyarakat sebagaimana diharapkan oleh kaum egalitarian. Kenyataan ini mendorong kaum egalitarian untuk mencari penjelasan lain. Menurut mereka kegagalan kesetaraan dalam pendidikan disebabkan karena masyarakat tidak mampu menangkap makna yang sesungguhnya dari pendidikan dan pengetahuan.

Gagasan ini terungkap dengan jelas dalam buku Knowledge and Control[1] yang diterbitkan pada tahun 1971. Buku yang diedit oleh M. Young ini mengumpulkan beberapa tulisan yang intinya mengeritik praktek pendidikan berdasarkan premis-premis sosiologis dan epistemologis untuk. Para penyumbang tulisan dalam buku ini, seperti N. Keddie, G. Whitty, G. Esland tergolong kaum egalitarian radikal.[2]

Secara umum pandangan mereka dapat disarikan dalam tiga pokok pikiran, yakni: yang pertama berkaitan dengan praktek pendidikan; yang kedua, berkaitan dengan pendekatan sosiologi pengetahuan dan yang ketiga, berkaitan dengan pendekatan epistemologis. Kedua yang terakhir merupakan hasil interpretasi David Cooper terhadap pokok pikiran yang pertama. Kita akan membahas pokok pikiran mereka ini secara bertahap, mulai dari yang paling sederhana, perlahan-lahan menuju ke bagian yang lebih rumit. Pembahasan ini diawali dengan sub pokok yang berjudul Pendidikan dan Sosiologi Pengetahuan. Sub pokok ini akan membicarakan pemikiran mereka sebagaimana adanya. Selanjutnya, dalam sub pokok kedua akan dibahas pendekatan sosiologis yang mereka gunakan untuk mengeritik praktek pendidikan. Pembahasan ini dilanjutkan dengan pendekatan epistemologis pada bab ketiga.


[1] Young, M (ed), 1971, Knowledge and Control, New York: Collier Macmillan.
[2] David Cooper memberi mereka gelar ‘Reckers’. Ia menggunakan kata ini dalam seluruh pembahasan bab IV bukunya. Tetapi kami akan tetap menggunakan kata ‘kaum egalitarian’ untuk melanjutkan kesinambungan terminologi dari bab-bab sebelumnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: