Kesimpulan

Tuntutan kaum egalitarian agar ada keragaman kurikulum pendidikan sesuai dengan latar belakang kebudayaan siswa tidak dapat dipenuhi. Tuntutan ini muncul dari premis-premis relativisme kebudayaan yang keliru. Pertama, kaum egalitarian menganggap bahwa materi pelajaran yang dipelajari di sekolah adalah produk kebudayaan kelas menengah. Akibatnya, kaum buruh selalu akan dirugikan karena mereka tidak dapat mengikuti pelajaran di sekolah. Kedua, kaum egalitarian menuntut keragaman kurikulum karena mereka beranggapan bahwa suatu kebudayaan (baik gaya hidup maupun produk) tidak dapat ‘dialihkan’ kepada orang yang tidak memahaminya. Padahal produk kebudayaan maupun gaya hidup yang dipelajari di sekolah merupakan kebudayaan manusia secara keseluruhan yang layak dipelajari oleh setiap siswa. Bahwa ada siswa yang tidak sanggup memahami makna yang terkandung dalam kebudayaan ( produk atau gaya hidup) tertentu tidak menyatakan bahwa kebudayaan tersebut tidak perlu dipelajari.

Tuntutan kaum egalitarian agar ada perubahan kurikulum secara umum untuk menangkal akses buruk dari kebudayaan modern yang mengancam moralitas kaum muda sulit diejawantahkan. Sebab, perubahan itu mengadaikan bahwa semua siswa harus sanggup mengikuti pembaharuan kurikulum tersebut. Padalah, tuntutan yang terlalu tinggi akan merugikan mayoritas siswa yang memiliki tingkat kecerdasan rata-rata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: